|
Jumat, 12 Maret 2010 |
|
Tak pernah kubayangkan sepanjang hidupku akan jadi budak suami. Masa depan bahagia, rumah tangga yang sakinah dan harmonis, kini hanya tinggal mimpi belaka. Aku anak ketujuh dari 12 bersaudara. Saudara perempuanku tujuh orang, laki-laki lima orang. Semua kakak dan adik perempuanku begitu lembut dan ayu. Hanya aku yang keras, bak seorang anak laki-laki. Mungkin karena aku dekat dengan ayah yang pensiunan polisi. Ayah memang mendidik aku dengan keras. Jadilah aku cewek tomboy. Keseharianku bergelut dengan pekerjaan laki-laki. Bahkan tak lupa ayah memberiku pelajaran beladiri. ‘’Untuk jaga-jaga,’ kata ayah. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 11 Maret 2010 |
|
Aku memang sangat percaya sama Titin, ia berjanji tidak akan menduakan cinta suciku. Bahkan gajikupun sempat kusisakan untuk kebutuhan dia. Tetapi janji adalah janji, Titin mulai berubah. Itu kuketahui setiap kali aku berkunjung ke rumahnya, Titin selalu tidak ada. Bahkan saat ku telepon ke HP, ia beralasan selalu sibuk. Bahkan ketika berjumpa tingkahnyapun mulai berubah dan membuatku tak mengerti. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 10 Maret 2010 |
|
Semenjak kenalan itulah aku jadi semakin percaya diri karna aku tergolong lelaki yang ga pernah ke luar rumah apa lagi sampai larut malam. Terus terang selama hidup aku belum pernah pacaran mungkin benar aku tak pernah ke luar rumah kecuali pergi kuliah dan belajar di rumah teman. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 09 Maret 2010 |
|
Pembaca setia Pekanbaru MX, Xstory kali ini adalah merupakan kiriman dari seorang pria yang masih kuliah. Karena terbentur cinta, penulis tidak mau disebutkan namanya. Redaksi akan memuat cerita ini apa adanya tanpa mengubah makna maupun isinya. Berikut penuturanya yang dikirim melalui surat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 33 |